Pesta Demokrasi negeri ini baru selesai pada tahapan "pencontrengan", berjalan dengan lancar. Namun dibalik pesta pencontrengan menyisakan bebarapa masalah yang masih dan harus menjadi perhatian serius kepada "panitia pelaksana" pencontrengan. Sebelum pencontrengan masalah DPT "Daftar Pemilih Tetap" telah menjadi perdebatan yang seru dalam masyarakat terutama di kalangan partai peserta "pesta demokrasi". Ribut-ribut masalah DPT ini sampai saat ini tidak menyentuh pada akar permasalahan yang terjadi. Seakan-akan semua tertuju pada hasil DPT itu, mempertanyakan siapa yang bertanggungjawab, bagaimana Daftar itu bisa terbentuk, kenapa tidak ada koreksi dari masyarakat dan partai peserta "pesta demokrasi", dst.
Kalau kita kaji lebih mundur lagi, atau mencoba kita cari akar terbentuknya DPT akan terlihat betapa carut marutnya sistem administrasi kependudukan Negara yang "Kaya Raya" ini.
Tidak terlaksananya bangunan sistem administrasi kependudukan yang baik adalah penyebab timbulnya carut marut data kependudukan di Negara ini, sehingga semua sistem yang memerlukan data kependudukan bisa "dimain-mainkan"
Di negeri ini, pastilah banyak orang pintar yang bisa membuat sistem kependudukan yang bisa terintegrasi ke semua lini, dimana data kependudukan akan terkoneksi kepada semua lini yang memerlukan data tersebut. Artinya tidak ada penduduk di negeri ini yang memiliki identitas lebih dari satu.
Bisa kita bayangkan, andai kata di negeri ini penduduknya tidak perlu repot-repot mengeluarkan KTP dari saku celana/dompet dalam setiap kegiatan atau selalu melampirkan foto kopi KTP dalam setiap pengurusan surat-surat atau pengurusan dokumen lainnya, cukup hanya mengulurkan jari atau memperlihatkan kelopak matanya(retina), atau menyerahkan guntingan rambut bahkan meneteskan sedikit darahnya atau dengan hal-hal lain yang bersifat identifikasi tunggal, pastikah akan sederhana dan efisien untuk melakukan kegiatan yang saat ini sangat membelenggu kita dalam setiap hal yang berurusan dengan identifikasi.
Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan suatu identifikasi kepada manusia yang berbeda satu dengan yang lainnya, mengapa tidak kita gunakan hal tersebut untuk suatu kemajuan?
Dengan menggunakan identifikasi yang berbeda tersebut kita dapat membangun suatu sistem kependudukan yang lebih modern dan terintegrasi ke semua lini yang memerlukan data kependudukan.
Orang akan merasa nyaman, tidak harus selalu disibukkan setiap 3 (tiga) tahun sekali melakukan perpanjangan yang namanya "KTP", pengurusan SIM atau segala macamlah.
Apabila negeri ini mempunyai Sistem Administrasi Kependudukan yang baik, tunggal, terintegrasi, terkoneksi secara on line, berjenjang dan dengan sistem keamanan data yang baik pastilah kenyamanan atau ribut-ribut masalah data yang berhubungan dengan kependudukan akan teratasi.
salam,
gig
Kalau kita kaji lebih mundur lagi, atau mencoba kita cari akar terbentuknya DPT akan terlihat betapa carut marutnya sistem administrasi kependudukan Negara yang "Kaya Raya" ini.
Tidak terlaksananya bangunan sistem administrasi kependudukan yang baik adalah penyebab timbulnya carut marut data kependudukan di Negara ini, sehingga semua sistem yang memerlukan data kependudukan bisa "dimain-mainkan"
Di negeri ini, pastilah banyak orang pintar yang bisa membuat sistem kependudukan yang bisa terintegrasi ke semua lini, dimana data kependudukan akan terkoneksi kepada semua lini yang memerlukan data tersebut. Artinya tidak ada penduduk di negeri ini yang memiliki identitas lebih dari satu.
Bisa kita bayangkan, andai kata di negeri ini penduduknya tidak perlu repot-repot mengeluarkan KTP dari saku celana/dompet dalam setiap kegiatan atau selalu melampirkan foto kopi KTP dalam setiap pengurusan surat-surat atau pengurusan dokumen lainnya, cukup hanya mengulurkan jari atau memperlihatkan kelopak matanya(retina), atau menyerahkan guntingan rambut bahkan meneteskan sedikit darahnya atau dengan hal-hal lain yang bersifat identifikasi tunggal, pastikah akan sederhana dan efisien untuk melakukan kegiatan yang saat ini sangat membelenggu kita dalam setiap hal yang berurusan dengan identifikasi.
Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan suatu identifikasi kepada manusia yang berbeda satu dengan yang lainnya, mengapa tidak kita gunakan hal tersebut untuk suatu kemajuan?
Dengan menggunakan identifikasi yang berbeda tersebut kita dapat membangun suatu sistem kependudukan yang lebih modern dan terintegrasi ke semua lini yang memerlukan data kependudukan.
Orang akan merasa nyaman, tidak harus selalu disibukkan setiap 3 (tiga) tahun sekali melakukan perpanjangan yang namanya "KTP", pengurusan SIM atau segala macamlah.
Apabila negeri ini mempunyai Sistem Administrasi Kependudukan yang baik, tunggal, terintegrasi, terkoneksi secara on line, berjenjang dan dengan sistem keamanan data yang baik pastilah kenyamanan atau ribut-ribut masalah data yang berhubungan dengan kependudukan akan teratasi.
salam,
gig
Tidak ada komentar:
Posting Komentar